Lompat ke konten
Beranda » Blog » Mastering BACCARAT: 3 Strategi Klasik yang Perlu Kamu Tahu

Mastering BACCARAT: 3 Strategi Klasik yang Perlu Kamu Tahu

Taptap Casino - Mastering BACCARAT 3 Strategi Klasik yang Perlu Kamu Tahu

Baccarat dikenal sebagai salah satu permainan kasino di Taptap yang punya nuansa klasik dan elegan. Banyak orang melihatnya sebagai permainan para bangsawan di film maupun televisi, tapi sebenarnya aturannya cukup sederhana dan bisa dipelajari oleh siapa saja. Nah, buat kamu yang baru pertama kali dengar baccarat atau penasaran bagaimana orang-orang biasanya bermain, artikel ini akan membahas tiga strategi klasik yang paling populer: Martingale, Fibonacci, dan Labouchere.

Tenang aja, penjelasannya bakal pakai bahasa santai, jadi kamu nggak perlu pusing dengan istilah ribet. Yuk, kita bahas satu per satu.

Kenapa Butuh Strategi di Baccarat?

Sebelum masuk ke detail strategi, penting untuk tahu dulu: baccarat itu permainan peluang. Artinya, hasilnya tetap bergantung pada keberuntungan. Strategi bukan berarti bikin kamu selalu menang, tapi bisa membantu:

  • Mengatur modal supaya nggak habis seketika.
  • Punya pola bermain yang lebih terkontrol.
  • Menetapkan target biar permainan tetap seru dan nggak berlebihan.

Nah, tiga strategi klasik yang akan kita bahas ini sebenarnya lebih ke arah cara mengelola taruhan, bukan cara menebak hasil. Jadi, kalau kamu baru pemula, ini bisa jadi bekal dasar yang berguna.

Strategi Martingale: Gandakan Taruhan Setelah Kalah

Martingale adalah strategi paling simpel dan mungkin paling terkenal. Cara kerjanya sederhana: setiap kali kalah, gandakan taruhan berikutnya. Kalau menang, kembali ke taruhan awal.

Langkah-langkahnya:

  1. Tentukan taruhan awal. Misalnya Rp20 ribu.
  2. Kalau kalah, taruhan berikutnya digandakan jadi Rp40 ribu.
  3. Kalah lagi? Naik jadi Rp80 ribu.
  4. Begitu menang, langsung balik ke Rp20 ribu lagi.

Kenapa banyak dipakai?
Karena logikanya, sekali menang, semua kerugian sebelumnya bisa tertutup. Tapi, ada catatan penting: strategi ini butuh modal cukup besar. Kalau kamu kalah beruntun, taruhannya bisa membengkak sangat cepat.

Tips buat pemula:

  • Jangan lupa tetapkan batas modal sejak awal.
  • Anggap strategi ini sebagai cara “bertahan sebentar” dan bukan jalan pintas untuk selalu menang.

Strategi Fibonacci: Penggunaan Deret Angka dan Rumus Matematika

Kalau kamu pernah dengar deret angka Fibonacci (1, 1, 2, 3, 5, 8, …), nah, strategi ini terinspirasi dari situ. Bedanya dengan Martingale, di sini kamu nggak perlu selalu menggandakan taruhan dua kali lipat, tapi mengikuti urutan angka.

Cara mainnya:

  1. Tentukan taruhan minimum, misalnya Rp20 ribu. Itu jadi angka pertama.
  2. Kalau kalah, pindah ke angka berikutnya di deret (misalnya 20 ribu → 20 ribu → 40 ribu → 60 ribu, dan seterusnya).
  3. Kalau menang, mundur dua langkah ke kiri di deret.
  4. Kalau sudah di awal deret lagi, berarti targetmu tercapai.

Contoh gampang:

  • Taruhan awal Rp20 ribu → kalah → lanjut Rp20 ribu (angka kedua).
  • Kalah lagi → Rp40 ribu.
  • Menang → mundur dua langkah ke kiri → kembali ke Rp20 ribu.

Kelebihan strategi ini: kenaikannya lebih pelan dibanding Martingale, jadi risikonya agak lebih “jinak”.

Kekurangannya: masih bisa tetap naik cukup tinggi kalau kalah beruntun, jadi tetap perlu batas modal.

Strategi Labouchere: Sistem Pembatalan

Nah, kalau yang ini agak lebih kompleks, tapi banyak pemain suka karena bisa disesuaikan dengan target kemenangan yang kita inginkan. Labouchere sering disebut juga Cancellation System.

Begini caranya:

  1. Tentukan target. Misalnya mau menang Rp200 ribu, dengan taruhan minimum Rp20 ribu.
  2. Tulis urutan angka sesuai target, contohnya: 20–20–20–20–20–20–20–20–20–20 (total Rp200 ribu).
  3. Setiap kali taruhan, jumlahkan angka pertama + angka terakhir (20 + 20 = Rp40 ribu).
  4. Kalau menang, coret angka pertama dan terakhir.
  5. Kalau kalah, tambahkan jumlah taruhan tadi ke ujung urutan.

Contoh situasi:

  • Taruhan pertama Rp40 ribu, hasilnya kalah. Tambahkan 40 ke ujung daftar, jadi urutannya: 20–20–20–…–20–40.
  • Taruhan berikutnya ambil angka depan + belakang (20 + 40 = Rp60 ribu).
  • Kalau menang, coret keduanya.

Strategi ini membuat kamu punya “peta jalan” yang jelas menuju target. Kalau semua angka sudah tercoret, berarti target Rp200 ribu sudah tercapai.

Tantangannya: kalau kalah berturut-turut, daftar bisa makin panjang dan taruhan makin besar. Jadi sekali lagi, kontrol modal tetap wajib.

Mana yang Cocok untuk Pemula?

  • Martingale: paling mudah dipahami, tapi risikonya tinggi. Cocok buat coba-coba kalau modal terbatas, asal ada batas stop yang jelas.
  • Fibonacci: lebih aman buat pemula karena kenaikan taruhan bertahap.
  • Labouchere: bagus kalau kamu suka yang sistematis dan bisa mencatat, tapi jangan kaget kalau daftar taruhannya jadi panjang.

Kalau Anda baru saja ingin memulai taruhan kasino di Taptap, biasanya banyak pemula mencoba Fibonacci karena terasa lebih “ramah” untuk dompet.

Baca juga tips dan panduan casino lainnya:
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *